4 Makanan Tradisional dalam Upacara Adat Jawa

4-Makanan-Tradisional-dalam-Upacara-Adat-Jawa
Foto dari Canva Photos Unlimited
Mayoritas masyarakat yang tinggal di Pulau Jawa masih memegang teguh adat dan kebudayaannya. Misalnya setiap peringatan besar selalu dirayakan dengan upacara adat setempat yang syarat dengan makna. Peringatan besar yang dimaksud seperti kelahiran anak, pernikahan, hingga upacara pemakaman. Dalam peringatan ini biasanya ada makanan wajib, yaitu nasi tumpeng. Untuk sekarang, mendapatkan nasi tumpeng itu sangat mudah, Anda bisa memesannya di nasi tumpeng Jakarta untuk yang tinggal di area DKI Jakarta dan sekitarnya. 

Makanan Tradisional Upacara Adat Jawa 

Kehadiran makanan tradisional pada upacara adat Jawa tidak hanya sebagai pelengkap acara, melainkan sebagai penyambung rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Makanan tradisional tersebut biasanya terdiri dari aneka kue basah, lauk pauk berbumbu rempah, hingga hasil kebun yang diolah secara sederhana. Beberapa makanan olahan yang wajib ada pada upacara adat Jawa akan diuraikan di bawah ini. 

1. Bubur Merah Putih 

Bubur merah putih biasanya disediakan ketika menyambut kelahiran anak. Sesuai dengan namanya, bubur ini terdiri dari dua macam bubur, yaitu bubur jenang abang dan bubur jenang putih. Dua jenis bubur ini melambangkan proses terbentuknya manusia yang disimbolkan dengan bubur jenang abang manis. Kemudian tekstur halus pada bubur ini melambangkan bentuk doa orang tua terhadap anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik. 

2. Bubur Suro 

Bubur suro dipersiapkan masyarakat jawa untuk menyambut datangnya hari pertama bulan suro. Hari pertama bulan sura sendiri tepat dengan tanggal satu muharram dalam kalender hijriyah. Bubur suro memiliki rasa yang gurih dengan tambahan kuah kuning dan sambel goreng rasa pedas. Makna dari bubur Suro sendiri ialah melambangkan rasa syukur kepada Tuhan atas kesehatan yang diberikan kepada makhluknya. 

3. Tumpeng 

Tumpeng dibuat dalam rangka mengucapkan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta. Semua orang mungkin sudah mengetahuinya kalau tumpeng terbuat dari nasi kuning berbentuk kerucut. Kemudian nasi tumpeng ini selalu disajikan bersama tujuh jenis lauk yang disesuaikan dengan kebutuhan. Dulu untuk membuat nasi tumpeng harus mengumpulkan bahan-bahan secara mandiri. Sementara untuk saat ini bisa dengan mudah memesan nasi tumpeng Jakarta untuk area DKI Jakarta dan sekitarnya. 

4. Gunungan 

Gunungan berisi beragam makanan tradisional yang dibentuk seperti gunung dalam setiap upacara Grebeg. Upacara adat yang menyediakan sajian gunungan biasanya diselenggarakan oleh masyarakat Yogyakarta. Di salam sajian gunungan ini terdapat sajian yang terdiri dari beragam lauk pauk, kue basah, nasi, jenang, dan lain sebagainya. Bentuk gunungan yang besar melambangkan rasa syukur manusia atas rezeki yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta. 

Kemudian makna lainnya sebagai sebuah doa agar senantiasa diberikan keselamatan dan kemakmuran oleh Sang Khalik. Sebelum gunungan ini diberikan kepada masyarakat akan diarak terlebih dahulu mengelilingi kota dengan cara ditandu. Orang-orang mempercayai bahwa mengonsumsi makanan yang ada pada gunungan ini akan mendatangkan rezeki dan keberkahan. Oleh sebab itu, tidak heran apabila gunungan menjadi salah satu sajian yang ditunggu oleh masyarakat Jawa, khususnya Yogyakarta. 

Demikianlah makanan tradisional yang biasanya disajikan dalam upacara adat masyarakat Jawa. Makanan sajian yang paling sering ditemui ialah tumpeng karena maknanya yang tersirat dan pembuatannya cukup mudah. Untuk masyarakat Jawa yang tinggal di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dapat memesan nasi tumpeng Jakarta Timur apabila akan melakukan upacara adat atau syukuran khas Jawa.

Belum ada Komentar untuk "4 Makanan Tradisional dalam Upacara Adat Jawa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel